PEMIKIRAN SEORANG MUSLIM

 

Seorang muslim mempunyai dasar dari setiap gerak, dan aktivitas hidup manusia. Karena itu manusia secara fitri membutuhkan keyakinan hidup yang dapat menjadi pegangan dan sandaran bagi dirinya. Ini berarti manusia menyadari bahwa dirinya adalah makhluk lemah yang membutuhkan pertolongan, bimbingan dan perlindungan dari sesuatu yang diyakini sebagai yang maha.

Salah satu diantaranya adalah mengenal tuhan. Tuhan tak dapat diyakini keberadaanya lewat bantuan sistem keyakinan ilmiah (rasionalitas) dengan menggunakan panca indera . Selain obyeknya, metodenya juga rapuh karna setiap teori yang di klaim sebagai kebenaran baru sekaligus mengandung keraguan. Karena manusia tidak berpegang teguh pada prinsip yang di dalamnya mengandung kebenaran dan keraguan sekaligus, karna hal itu bukan keyakinan, melainkan prasangka.

Kedua, sistem keyakinan yang di dasarkan pada doktrin literal, sistem ini dapat di temukan dalam semua agama. Pada dasarnya, sistem keyakinan literal mengingkari arti pentingnya akal rasionalitas sebagai sarana verifikasi kebenaran. Baginya, kebenaran adalah sesuatu yang sudah jadi secara sempurna dan harus diterima tanpa perlu menyadarinya terlebih dahulu. Ini adalah keyakinan yang didasarkan pada kebiasaan budaya yang diwarisi dari nenek moyang yang tidak sesuai dengan petunjuk tuhan.

Islam mengajarkan sistem keyakinan yang disebut tauhid, tauhid berbeda dengan dua sistem keyakinan diatas karena cara pandangnya terhadap eksistensi wujud. Tauhid merupakan konsepsi sistem keyakinan yang mengajarkan bahwa Allah SWT adalah zat yang Maha Esa, sebab dari segala sebab dalam rantai kausalitas. Ajaran tauhid membenarkan bahwa manusia dibekali fitrah yaitu suatu potensi alamiah berupa akal sebagai bekal untuk memilih sikap yang paling tepat serta untuk mengenali dan memverifikasi kebenaran dan kesalahan haq dan batil secara sadar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN SOSIAL DALAM ISLAM

UNTUK KAMU CALON PENDAMPING HIDUP

BUMI PERKEMAHAN RAIMUNA DAERAH