Bermasyarakat Tidak Sesulit Yang Dibayangkan

  



 
Pada tahun 2019 pondok pesantren ku mengadakan kegiatan untuk melatih para santrinya bermasyarakat, kegiatan itu bernama “Kemah Dakwah” yang mana seluruh santri akhir (kelas 12) mengikuti kegiatan tersebut. Awalnya kami belum yakin bisa bermasyarakat dengan baik, apalagi banyak dari kami yang tinggal diluar jawa dan jarang pulang ke kampung halaman. Namun, kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang tidak akan datang kedua kalinya, saat kami dipercaya oleh pengasuh pondok pesantren untuk melaksanakan kegiatan tersebut langsung lah kami memilih salah satu dari teman kami menjadi ketua pelaksana dan membuat susunan kepanitiaan. Aku yang saat itu aktif diorganisasi yang cukup masyhur disekolah ditunjuk menjadi divisi acara, yang mana tugas divisi tersebut membuat susunan acara dan mengatur jalannya kegiatan sampai selesainya acara. 
    Kegiatan kami berlangsung selama kurang lebih satu minggu lamanya, desa yang kami pilih cukup strategis dan padat penduduk, namun desa tersebut masih kurang dalam pemahaman agama. Kami datang untuk mengamalkan ilmu yang kami dapat selama kurang lebih tiga tahun di pondok pesantren, penduduk yang dengan senang hati menyambut kedangan kami dan anak-anak yang sangat antusias menerima ilmu yang kami amalkan, itu suatu kemudahan kami untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan dapat mengubah stigma tentang sulitnya menghadapi masyarakat atau bersosialisasi dengan masyarakat. Aku yang saat itu tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan anak-anak, dikarenakan aku yang mengatur jalannya kegiatan tersebut, hanya bisa berbincang santai dengan ibu-ibu dan berbagi pengalaman dengan anak-anak setelah mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar yang kami adakan.
    Waktu terasa singkat, hari mulai berganti dan sampailah pada hari terakhir kami berada di desa Karang Paningal, Lakbok, Jawa Barat. Aku yang sedang sibuk merapikan tas dan perlengkapan yang aku bawa, tiba-tiba ada sekumpulan anak SMP yang beberapa hari terakhir berbicang santai denganku, mereka menungguku sampai aku selesai merapikan semuanya, kemudian mereka mengajakku berfoto ria dan mereka memberiku hadiah, tidak kusangka mereka membuatnya dengan tangan mereka dan hanya aku yang mereka berikan hadiah tersebut. Ada pula satu keluarga yang begitu baik denganku hingga mereka anggap aku sebagai bagian dari keluarga mereka, mereka memberi ku makanan khas daerah tersebut dan makanan ringan lainnya untuk aku makan selama di perjalanan. Tidak kusangka satu minggu adalah waktu yang singkat namun memberikan banyak pelajaran dan menyimpan banyak kenangan. Alhamdulillah hubungan ku dengan keluarga dan anak-anak tersebut masih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN SOSIAL DALAM ISLAM

UNTUK KAMU CALON PENDAMPING HIDUP

BUMI PERKEMAHAN RAIMUNA DAERAH